Tuesday, 14 March 2017

Indonesia dan Program 10 Bali Baru

Tags

http://trevelsia.com/wp-content/uploads/2016/08/10-DESTINASI-PRIORITAS.jpg
Beberapa pekan yang lalu Indonesia kejatuhan rejeki nomplok. Kunjungan Raja Salman dan 1.500 orang rombongannya memberikan banyak efek bagi perekonmian bangsa. Khususnya bagi 2 kota yang menjadi tempat persinggahan Raja Salamna dan rombongan yakni Bali dan Jakarta.

Perlu diakui magnet pariwisata Indonesia masih terletak di beberapa kota atau tempat wisata yang memang sudah familiar di telinga para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Disaat para pelaku usaha di Jakarta dan Bali bahagia kedatangan rejeki nomplok. Para pelaku usaha wisata lain hanya bisa geleng-geleng melihat betapa beruntungnya mereka. Jika kita cermati sebenarnya negara kta memiliki banyak sekali destinasi wisata yang sangat mempesona. Baik itu pantai, gunung maupun wahana bawah air.

Gugusan pulau yang beragam dan keanekaragaman hayati serta suku bangsa juga merupakan suatu eksotisme yang bisa dijadikan objek wisata yang dapat membantu perekonomian masyarakat. Sayangnya ketertarikan sebagian besar turis masih terpaku kepada beberapa tempat wisata yang memang sudah mashur keindahan alamnya.

Sebenarnya pemerintah sudah menyadari akan hal ini, oleh karena itu pemerintah sudah meluncurkan program 10 Bali baru sebagai pendoongkrak jumlah wisatawan sehingga berpengaruh kepada perbaikan ekonomi. Kesepuluh tempat destinasi wisata tersebut adalah; Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kalayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Morotai (Maluku Utara)

Sayangnya dalam realisasinya masih menemui banyak kendala, seperti akomodasi, transportasi, akses jalan yang masih belum memadai dan bebrapa hal yang masih menjadi kendala. Sebenarnya, seluruh destinasi wisata tersebut bisa di go internasional kan selama pemerintah benar-benar menaruh perhatian dan konsen terhadap program ini. Karena sudah menjadi lagu lama bahwa sekian banyak proyek pemerintah yang terbengkalai karena sudah kering kerontang disedot anggarannya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebut saja kasus E-KTP yang belakangan ini menggeparkan masyarakat karena menyeret banyak nama penting dalam dunia perpolitikan tanah air.

Jika kita cermati, di era global ini. Pemikiran masyarakat banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan yang beredar di dunia maya. Ambil contoh saat kita akan berwisata, pasti kita akan mengecek berbagai situs di internet tentang destinasi wisata yang akan kita tuju, baik itu tentang biaya akomodasi,, transportasi dan keperluan lainnya guna menunjang keperluan kita.

Pembaca sekalian, negara kita sudah terlalu lama dijajah, terlalu lama diatur oleh negara lain. Saatnya bangkit. Semoga dengan momentum kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan 1.500 rombongannya serta perjanjian bilateral serta poin-poin penting perjanjian kedua negara bisa menjadi sebuah batu loncatan bagi negara kita untuk menjadi negara yang lebih baik.

Lebih lanjutnya semoga prograam 10 Bali baru yang diprogramkan pemerintah kali ini terbebas dari berbagai praktik korupsi dan memberikan efek yang signifikan bagi masyarakat. Karena kekayaan alam negara kita terlalu indah untuk kita simpan sendiri. Negara-negara lain perlu tahu betapa indahnya negara ini oleh karena itu mari kita bersama sukseskan program pemerintah ini.

Karena bisnis pariwisata adalah bisnis yang menguntungkan dan juga turut menyumbang devisa yang signifikan terhadap negara. Semoga dengan program 10 Bali baru ini pemerintah tidak hanya berfokus kepada pembangunan di daerah jawa tai juga daerah-daerah terpencil sehingga seluruh teritori Indonesia dapat terangkul dan bersatu menjadikan Indonesia negara yang lebih baik.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post