Friday, 23 December 2016

Wahai pemuda mari berjihad

Kita adalah pemuda, maka dari itu mari berkarya untuk bangsa. Dalam agama islam kita dianjurkan untuk berjihad. Memang dahulu kala berjihad identik dengan arti mengangkat senjata membela agama Allah, tapi di era global ini kata jihad memiliki makna kata yang jauh lebih luas lagi.
                Diera kini kata jihad bisa dimaknai sebagai berusaha sebaik mungkin untuk mencapai kebaikan, caranya pun tak hanya melalui perang. Bisa dengan bekerja dengan amanah, jujur dan tanggub jawa. Bisa dengan menekuni pekerjaan kita sebaik mungkin, contohnya pelajar, ya belajar sebaik mungkin.
                Sebagai pemuda, kita seharusnya mengisi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan biarkan waktu-waktu itu terbuang sacara percuma. Masa muda kita habiskan dengan peluh, berjuang, belajar dan bertakwa. Maka nanti buahnya akan kita petik. Jangan biarkan waktu kita terbuang percuma, terus belajar, isi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat dan berbau positif.
                Sebagai pemuda, kita adalah generasi penerus bangsa, generasi yang masih segar bugar. Seperti apa yang telah saya paparkan di postingan sebelumnya, kita kuat tapi terpisah, oleh dari itu mari kita bersatu, menyatukan visi demi Indonesia yang lebih baik kedepannya. Mari bangkit bersatu gaungkan perubahan.
                Sesungguhnya Indonesia itu negara kaya, negara kuat, buktinya pada tahun 1945 Indonesia bisa merdeka dengan sendirinya, dengan kemauan rakyatnya. Indonesia itu negara hebat, tapi jika kita sebagai generasi muda tak mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik maka habislah Indonesia ini.
                Dahulu kala, Spanyol adalah negara islam setelah takluk terhadap pasukan islam, tapi akhirnya jatuh kembali ke tangan nasrani. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena menyadari bahwa kekuatan mereka tak mampu mengalahkan kekuatan islam, nasrani mengganti strategi mereka dengan cara memengaruhi pemuda islam Spanyol,  menyerang mereka dengan ideologi sehingga mental mereka lemah dan pada akhirnya pihak nasrani dengan mudah merebut kembali Spanyol dari kekuasaan islam. Maka jangan biarkan hal itu terjadi kepada  kita, HOAX yang kini marak beredar harus kita sikapi sebijak mungkin. Saring sebelum sharing. Timbang dulu keabsahannya lalu sharing jika memang hal itu bermanfaat.
                Diera globalisasi ini informasi dengan mudah membanjir masuk, tak ada lagi batasan informasi, setiap orang bisa mengakses informasi yang sama. Tak peduli tua atau muda. Maka dari itu mari kita biasakan silaturahmi, murah senyum dan bersifat ramah kepada orang lain. Marilah tingkatkan rasa toleransi kita. Memang di Indonesia segala sesuatu dengan mudah menjadi buah bibir. Om Telolet OM, penistaan agama dan lain-lain. Segala sesuatu di Indonesia dengan mudah menjadi viral dan akhirnya menciptakan efek domino jatuh. Meminjam istilah seorang AS Laksana “di Indonesia segalanya bisa jadi bahan olok-olok”
                Oleh sebab itu, kita sebagai generasi muda mari bersatu, berjihad, yang siswa belajar denga sungguh-sungguh jangan hanya niat sekolah demi raport dan tanda lulus. Belajar dengan sungguh-sungguh.
Salam hangat Rahman Kamal

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post