Wednesday, 23 November 2016

Resensi buku Tentang Kamu karya Tere Liye

Tags

Kisah berliku Sri Ningsih
Di tahun 2016 ini, tere liye kembali memanjakan para penggemarnya melalui novel terbarunya yakni tentang kamu yang diterbitkan oleh Republika penerbit. Seperti novel-novelnya yang lain, tere liye kembali mengangkat suatu hal remeh dalam hidup. Yakni harta warisan. Dengan tokoh utama seorang lawyer muda yang bekerja  kepada firma hukum Thompson & Co dijamin membuat pembaca penasaran akhir cerita novel ini.
                Pemilihan katanya pun sederhana, mudah dicerna dan mengembangkan imaji para pembacanya. Dengan tokoh utama seorang Zaman Zulkarnaen yang notabene seorang lawyer muda atau junior associate di sebuah firma hukum di london, suatu hari iya mendapat panggilan langsung dari bos sekaligus mitra firma hukumnya yakni Mr Thompson Jr yang akhirnya mengubah pandangan hidupnya.
                Firma hukum yang mana Zaman bekerja memang berfokus kepada penyelesian sengketa harta waris sehingga harta waris diperoleh oleh pihak yang benar-benar merupakan ahli waris atau bisa diurus seadil-adilnya. Berawal sebuah pos yang berisi surat kepimilikan saham sebesar 1% yang bernilai triliunan rupiah, perjalan Zaman pun dimulai guna menelusuri siapa ahli waris yang berhak menerima warisan itu.
                Alur cerita yang dikemas secara mengesankan membuat kita tak merasa bosan sehingga tidak sabar membuka lembar demi lembar. Selain itu ciri khas seorang Tere Liya yang di setiap akhir bab nya meninggalkan beberapa patah kata yang sangat menggelisahkan sehingga kita akan sangat penasaran dengan kelanjutan bab berikutnya, sungguh hebat.
                Masa lalu Sri Ningsih, klien Zaman diceritakan begitu apik. Sosok wanita tangguh yang jatuh bangun, pantang menyerah walupun sudah berkali-kali gagal. Memang masa lalu, luka dan masa depan tidak bisa dipungkiri. Maka biarkanlah mengalir bagai alirang sungai. Maka  hidupku biarkan seperti itu, mengalir laksana sungai kehidupan.
                Selain itu pesan-pesan moral yang terselip serta isu-isu yang sedang panas berhasil dikritisi tanpa terkesan menggurui sungguh menakjubkan. Dengan beberapa kejutan dibagian 1/3 akhir buku dijamin membuat para pembaca kembali antusias mebalik lembar demi lembar hingga akhir cerita. Ending nya pun cukup mengejutkan untuk sebuah novel petualangan.
                Dijjamin, para pembaca tidak akan bosan, tapi malah tak bisa berhenti membalik lembar demi lembar. Bagai candu, plot yang didesain apik serta pemilihan diksi yang familiar dan penciptaan imaji yang jelas membuat kita seakan juga terseret dan ikut menjadi bagian dari cerita, berlatar cerita tahun 2016 lalu mundur ke tahun 1940 lalu terus berjalan hingga kembali ke tahun 2016 sungguh manakjubkan. Selain itu fakta sejarah juga berhasil dibungkus secara ringkas padat dan jelas melalui beberapa bab yang menceritakan jerih payah seorang Sri Ningsih. Tertarik untuk membaca? Segera kunjungi toko buku terdekat.
                Ingat budayakan membaca sejak kini, karena budaya literasi sangatlah dibutuhkan oleh bangsa ini. Mari bangun Indonesia yang lebih baik. Oh ya budayakan membeli juga ya... yang asli say no to BAJAKAN. Wassalam Salam Hangat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post