Wednesday, 31 August 2016

Gagasan Indonesia #1 : Nasionalisme

Tags

Pertama-tama saya akan menulis seluruh pemikiran saya tentang Indonesia yang ideal menurut pandangan saya, dan setidaknya mampu diimplementasikan untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.
            Artikel ini akan saya tulis dengan bahasa Indonesia dengan tujuan meningkatkan minat pemuda dalam membaca sekaligus menulis dalam rangka menyuarakan pendapat, karena Indonesia yang katanya menganut paham demokrasi dimana setiap orang punya hak untuk berbicara dan mengemukakan pendapatnya secara bebas.
            Kedua saya ingin menyuarakan gerakan cinta budaya bangsa yang saya pikir akhir-akhir ini mulai luntur dan hilang ruh nya dalam kehidupan berbangsa setiap harinya. Agar tidak terlalu lama, mari saya paparkan gagasan pertama saya tentang Indonesia yang lebih baik.

Nasionalisme
            Hal pertama yang menurut saya adalah merevolusi mental masyarakat, sejalan dengan semangat presiden ke-7 kita yang terhormat bpk Jokowi yang menyuarakan semangat revolusi mental. Sesungguhnya saya tergerak dari cerita mengenai latar belakang sejarah meletusnya perang salib, dimana kala itu ummat islam benar-benar kalah telak. Bertolak dari ha tersebut, salah satu imam terkemuka pada zaman tersebut yakni Al- Imam Al- Ghozali bukannya ikut ambil baian dalam menghunus senjata tapi mengnalisa masalah yang tengah terjadi lalu dengan hati-hati merumuskan  solusi untuk masalah tersebut. Maka didapatlah kesimpulan bahwa latar belakang kalahnya pasukan muslim bukan karena kalah jumlah maupun kalah kemampuan tapi mereka kalah karena mental mereka yang rapuh. Maka Al Imam Al- Ghozali memutuskan untuk berjihad melalui pena mencipta ratusan buku guna mencipta revolusi mental kaum muslimin kala itu, sungguh tak disangka beratus-ratus tahun kemudian pasukan salib mampu ditaklukkan dan ibukta kerajaan kristen yakni konstatinopel mampu direbut oleh pasukan muslim Turki Ustmani.
            Berkaca pada sejarah tersebut maka setidaknya dengan menempatkan perbaikan mental di priorits pertama merupakan hal yang cukup brilian dan ideal guna menyokong hal-hal lainnya. Sebenarnya untuk menjadi negara yang maju, kita tak perlu menjadi negara yang terlalu banyak menekan masyarakatnya untuk berkontribusi. Cukup perbaiki metal mereka, tanamkan nasionalisme maka dengan sendirirnya mereka akan berkontribusi untuk ibu pertiwi.  Analoginya seperti orang kaya yang bermental miskin dibandingkan dengan orang miskin bermental kaya, maka  sungguh labih hebat orang miskin terseubut karena dengan mentalnya ia mampu memilih keputusan yang memang benar-benar dibutuhkan olehnya.
            Nasionalisme kata lainnya adalah kita punya mental yang Indonesia, cinta ke Indonesia, sadar akan tanggub jawab kita sebagai warga negara, maka mengutip perkataan Jhon F Kennedy yang pernah berucap “Don’t ask what country gives to you, but ask what you hae given to your country” sungguh ucapan yang sangat relevan untuk masyarakat dan generasi kita.
            Lalu bagaimana menumbuhkan mental dan semangat nasionalisme generasi bangsa, maka perkenankanlah saya mengemukakan pendapat saya tentang hal ini, pertama setidaknya pemerintah menjadi role model dengan memberi contoh serta suri tauladantentang mental cinta bangsa dengan menghentikan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, seta memperbaiki sistem penegakan hukum dinegara ini. Kedua mungkin dengan mengapresiasi anak bangsa dan tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat pinggiran dapat mencipta suatu ikatan tidak langsung dimana masyarakat akan kagum akan kinerja pemerintah tersebut. Karena sudah terlalu banyak potret rakyat pinggiran yang tertindas yang terhina yang terbuang dan masih banyak nasib ironis lainnya. Yang ketiga setidaknya kita melakukan self introspection atau perbaikan diri, tak melulu pemerintah tapi juga masyarakat serta penulis sendiri guna mencari kesalahan kita dan memperbaikinya, seperti anjuran islam yang menganjurkan ita untuk berhusnudzan kepada siapa saja dan hanya bersu’udzan kepada satu, yakni diri kita sendiri agar diri kita waspada dan hati-hati sehingga tidak terjadi salah paham dan perselisihan
            Semoga gagasan ini bermanfaat :D

            Baiklah, ini pengantar lagi, hehehehe. Saya akan berusaha seai mungkin dalam mengemas gagasan-gagasan serta opini saya dan berupaya sebaik mungkin mengumpulkan bukti serta fakta-fakta yang ada guna menambahpengetahuan serta kahazanah kita dengan harapan dapat mengetuk hati kita semua yang nampaknya sudah ada beberapa yang membatu. Itulah gagasan pertama semoga bermanfaat, kritik saran terbuka lebar di kolom komentar. Sekian. Salam hangat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post