Friday, 1 July 2016

Opini KH. MUH Zuhri Zaini tentang pertanian

Tags



                                                                                                                                                                                                               
                                                PERTANIAN  DALAM  PERSPEKTIF  AGAMA  ISLAM.
                Alloh SWT sebagai pencipta manusia dan alam semesta, telah menciptakan bumi dan isinya untuk manusia agar dimanfaatkan dan dikelolamereka dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, antara lain kebutuhan pangan.Kebutuhan pangan tersebut dapt diperoleh manusia tumbuh-tumbuhan yang ad di bumi, berupa tanaman atau pohon. Karena itu Agama Islam sebagai -agama yang diturunkan Alloh SWT yang tentu sesuai dengan fitroh manusia-sangat menganjurkan untuk mananam tanaman atau pohon, baik dalam usaha pertanian dan perkebunan maupun untuk koservasi alam utntuk kepantingan mereka dan keluarga serta nasyarakat maupun untuk pelestarian alam. Dam sebuah hadita Nabi SAW bersabda :
مـا من مـسلم يغـرس  غرسـا او يزرع  زرعا فيآ كل  مـنه  طـير  او انـسان  او بهـيـمة  الا كان له به صـد قـة  (البخارى عن انس)
Artinya: Tidak ada  muslimpun menanm pohon atau tanaman, kemudian burung, manusia atau binatang lainnya memakan sesuatu dari pohon atan tanaman  maka apa yang dimakan mereka menjadi sadakah (berpahala) bagi dia (yang menanam). (HR Bukhori, Muslim dan Turmudzi dari Anas b. Malik).
Agama menganjurkan kita menanam (pohon atau tanaman), karena tanaman dan pohon mempunyai banyak manfaat  bagi kehidupan manusia. Anatara lain :
1.       Tumbuh-tumbuhan (tanaman dan pohon) adalah sumber utama kebutuhan pangan manusia dan binatang disamping kebutuhan lainnya seperti obat-obatan, tempat tinggal, alat transportasi,  dan lain-lain).
2.       Menanam tumbuh-tumbuhan (tanaman dan pohon) adalah upaya untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup manusia.
3.       Bertani dan berkebun dalah salah satu usaha ekonomi manusia sehingga ia menjadi mandiri dapat memenuhi kebutuhan diri dan kelurganya. Kita dilarang bermalas-malas dan bergantung kepada sesama manusia dengan meminta-minta.
4.       Menanam pohon atau tanaman dapat menjdikan lingkungan tempat tinggal kita menjai teduh, indah dan sehat.
5.       Dan banyak manfaat yang lain.
Tentang cara menanam tanaman dan pohon (teknologi industri pentanian dan perkembunan) oleh Alloh SAW diserahkan kepada kita umat manusia.  Karena hal itu termasuk urusan dunyawi. Nabi SAW bersabda:
ا نـتـم  ا عـلـم  بأ مـور  د نـيـا كـم     ( ا لحـد يـث )                                                                              
Artnya : Kalian lebih tahu tentang urusan duniamu.




Namun didalam bertani dan berkebun dan usaha-usaha yang lain tentu ada etika dan tata cara yang harus diikuti. Urusan etika dan tata cara ini, oleh Alloh Tidak diserahakan kepada kita. Tetapi Alloh mengaturanya sendiri melalui agama yang disampaikan RosulNya kepada kita. Karena itu di dalam bertani maupun berkebun dan aktifitas usaha yang lain, kita harus mengikuti tata cara dan etika yang diajarakan oleh Agama, baik seca tersurat maupun tersirat. Antara lain :
1.       Bertujuan yang baik. Misalnya untukmencari nafkah, menjaga kelestarian lingkungan, unruk keindahan dan kesehatan lingkungan. Dan lain lain .
2.       Tidak menggunakan cara-cara yang merugikan atau melanggar hak orang lain. Misalnya menanam pohon yang mengganggu kesuburan tanaman orang di sekitarnya.
3.       Tidak merusak kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup secara umum. Misalnya menggunakan obat-obatan yang mencemarkan lingkungan.
4.       Tidak menanam tanaman yang dilarang hukum atau membahayakan masyrakat. Misalnya ganja dam lain lain.
                                                                                                                                                                              
Sebagai kholifah Alloh di bumi, kita (manusia) hendaknya mengelola dan mamnfaatkan bumi dan isinya dengan benar dan baik  dan tidak melakukan hal-hal yang berdampak kerusakan dan kerugian baik bagi diri sendiri, bagi orang lain bahkan bagi makhluk yang lain dan bagi lingkungan alam . Karena selain menyebabkan dosa, hal tersebut menyusahkan hidup kita dan orang lain. Bahkan sebaliknya dalam mengelola bumi dan isinya, hendaknya ditujukan untuk medatangakna manfaat bagi semua (diri kita, masyarakat dan lingkungan alam sera keseluruhan).
Tentu yang hrus dijaga kelestrian dan kesehatannya bukan hanya  lingkungan fisik dan materi. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan lingkungan mental dan sosial dari prilaku-prilaku yang berdampak jelek misalnya kepada mentalitas dan karakter bangsa khusunya terhapad pendidikan. Karena keberhasilan dam pembangunan fisik materiil akan menjadi sia-sia dan bahkan bisa berakhir dengan kerusakan bila tidak disertai dengan pembangunan mental spiritual.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post