Thursday, 17 March 2016

Resensi Novel Hujan

Tags

“Bukan melupakan yang menjadi masalahnya, tapi menerima. Barang siapa bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika ia tidak bisa menerima, maka dia tak akan pernah bisa melupakan”
            -Tere Liye

            Dalam bukunya yang satu ini Tere Liye meyuguhkan kita cerita tentang masa depan. Tentang hakikat manusia. Manusia yang bagaikan virus secara perlahan menggerogoti inangnya, dan pada akhirnya kembali kepada siklus.
            Lail, tokoh utama novel ini diceritakan berjuang keras melawan, mengenang, serta berdamai dengan masa lalunya. Hujan. Dengan alur maju mundur membuat pembaca tidak bosan membolak balikhalaman.
            Cerita berawal di suatu tempat yang nantinya bersinkronisasi dengan akhir cerita. Dengan alur maju mundurnya, dipastikan pembaca akan terkejut dengan ending nya yang (Hmb baca sendiri ya.....). dalam usahanya melupakan hujan, Lail harus berterus terang tentang segalanya, menciratakan seluruh detail hidupnya.
            Berlatar belakang kemajuan masa depan, pembaca diajak berimajinasi membayangkan kemajuan teknologi di masa depan. Pembaca juga diajak merenungi hubungan manusia dengan bumi ini, dengan beberapa gambaran tentang murka alam, pembaca diajak merenungkan esensi manusia terhadap alamnya.

            Mungkin itu saja, tentunya rasanya akan berbeda jika saya menceritakan detail cerita secara detail, jadi silakan saja baca bukunya secara langsung. Mari budayakan membaca demi mencerdaskan generasi bangsa.................... Salam dari bumi tahu :D

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon

Ads Inside Post